Varian Baru Covid-19, 7 Negara Ini Larang Perjalanan dari Afrika Selatan

Inggris akan menempatkan enam negara Afrika Selatan kembali dalam daftar perjalanan merah setelah varian baru Covid-19 yang telah terdeteksi di sana yang bermutasi lebih berat sehingga mengalami lonjakan kasus Covid-19. Wisatawan yang kembali dari Afrika Selatan, Botswana, Namibia, Zimbabwe, Lesotho dan Eswatini akan diharuskan untuk karantina selama 10 hari di fasilitas pemerintah.

Tiket pesawat dari Afrika Selatan, Namibia, Lesotho, Botswana, Eswatini dan Zimbabwe juga akan ditangguhkan dari pukul 12 siang sampai jam 4 pagi pada Ahad, 28 November 2021. Dari Ahad dan seterusnya, kedatangan baru di Inggris akan diminta untuk karantina di hotel.

Menteri Kesehatan Inggris Sajid Javid mengatakan varian B.1.1.529 baru yang diidentifikasi di Afrika Selatan mungkin lebih menularkan daripada varian Delta dan memperingatkan vaksin yang saat ini dimiliki mungkin kurang efektif.

Sebelumnya, pada Kamis, 25 November 2021, Israel juga telah melarang pelancong datang dari Afrika Selatan dan negara-negara tetangga.

Hong Kong mengatakan telah merekam dua kasus Varian Coronavirus B.1.1.529 setelah analisis sekuensing genom. Mereka adalah seorang pelancong yang tiba dari Afrika Selatan bulan ini dan yang lain dari Kanada yang telah tinggal di kamar hotel karantina di lantai yang sama.

Sekretaris Kabinet Jepang Hirokozu Matsuno mengatakan pada Jumat bahwa pemerintah mengumpulkan informasi dan akan merespons dengan cepat meskipun varian belum dikonfirmasi di negara ini. “Jika situasinya memburuk dan infeksi mengembang maka pemerintah akan merespons dengan cepat,” kata dia.

Kementerian Kesehatan Singapura mengatakan akan membatasi kedatangan dari Afrika Selatan dan negara-negara di sekitarnya sebagai tindakan pencegahan.

Taiwan meminta pelancong dari negara-negara Afrika selatan yang berisiko tinggi harus dikarantina lebih dulu selama 14 hari

Sejauh ini, ada tujuh negara yang membatasi perjalanan dari Afrika Selatan, yaitu Inggris, Italia, Jerman, Singapura, India, Jepang dan Taiwan.

Sementara itu, Afrika Selatan pada Jumat, 26 November 2021, mengatakan bahwa larangan Inggris pada penerbangan dari Afrika Selatan karena deteksi varian Covid-19 yang baru tampaknya telah terburu-buru karena bahkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) belum menyarankan langkah selanjutnya. Setidaknya 59 kasus varian, terutama berasal dari Afrika Selatan, telah diurutkan secara genom.

Tetapi pejabat kesehatan setempat mengatakan bahwa hasil PCR awal menunjukkan 90 persen dari 1.100 kasus baru pada Rabu di wilayah Afrika Selatan di Gauteng, yang meliputi Johannesburg, disebabkan oleh varian baru.

WHO mengadakan pertemuan darurat pada Jumat, 26 November 2021 untuk membahas varian baru Afrika Selatan yang pada Rabu diklasifikasikan varian dalam pemantauan. Bisa butuh berminggu-minggu untuk menghasilkan semua informasi yang diperlukan tentang karakteristik varian ini. Hingga saat ini, varian Delta tetap paling menular dan sekarang lebih dari 99 persen dari urutan yang disampaikan oleh negara di seluruh dunia.

ANDINI SABRINA | FINANCIAL TIMES | SKY NEWS | REUTERS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.