Mengenal Sebastian Bach, Komposer Religius yang Melampaui Zamannya

Bach Revival menjadi salah satu zaman yang disebut sebagai kepopuleran seorang komponis asal Jerman Johan Sebastian Bach yang kemudian dikenal dengan J.S. Bach. Ia mampu melahirkan karya-karya yang mampu melampaui zamannya.

Karya-karya Sebastian Bach populer pada periode 1700-an, pada masa ini pula ketika karya seni dan arsitektur sedang berada di periode Baroque. Periode Baroque memiliki kaitan yang cukup erat dengan Gereja Katolik di masa tersebut. Ketika itu Gereja Katolik memutuskan pada Konsili Trente bahwa seni harus mengkomunikasikan tema-tema keagamaan dan keterlibatan emosional langsung dalam menanggapi Reformasi Protestan.

Berdasarkan courseslumenlearning.com, Baroque dicirikan oleh gerakan berlebihan dan detail yang jelas yang digunakan untuk menghasilkan drama, kegembiraan, dan keagungan dalam seni pahat, lukisan, arsitektur, sastra, tari, dan musik. Ikonografi Baroque bersifat langsung, jelas, dan dramatis, yang dimaksudkan untuk menarik terutama indra dan emosi.

Jauh sebelum karya-karya Bach populer, musik-musik ketika itu memainkan gaya yang terikat pada nada dasar tertentu, hal itulah yang membuat musik-musik di barat menjadi mainstream. Musik periode Baroque yang terkenal dengan “kesulitannya” membuat karya-karya Bach asing di telinga banyak orang ketika itu.

Bach yang ingin menghilangkan pakem-pakem musik mainstream menggubah musik-musik dengan teknik yang memainkan dua melodi terpisah secara bersamaan dan terbebas dari ikatan nada dasar. Gaya bermain tersebut juga sering disebut dengan gaya kontrapuntal.

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, periode Baroque kerat kaitannya dengan Gereja Katolik, J.S Bach juga membuat karya-karya yang dekat dengan tema keagamaan. Karyanya yang cukup terkenal dan didedikasikan untuk gereja ialah Mass in B Minor. Bach sudah merancang karya tersebut sejak 1714 hingga 1749—satu tahun sebelum ia meninggal—namun belum sempat menyelesaikannya.

Selama hidupnya, Sebastian Bach lebih dikenal sebagai seorang organis daripada komposer. Beberapa karyanya bahkan diterbitkan selama masa hidupnya. Komposisi musik Bach tetap dikagumi oleh mereka yang mengikuti jejaknya, termasuk Amadeus Mozart dan Ludwig van Beethoven. Reputasinya mendapat dorongan besar pada tahun 1829 ketika komposer Jerman Felix Mendelssohn memperkenalkan kembali “Passion Menurut St. Matthew” karya Bach.

Berdasarkan biography.com, secara musik, Bach adalah ahli dalam memunculkan dan mempertahankan emosi yang berbeda. Dia juga seorang pendongeng ulung, sering menggunakan melodi untuk menyarankan tindakan atau peristiwa. Dalam karya-karyanya, Bach menarik dari gaya musik yang berbeda dari seluruh Eropa, termasuk Prancis dan Italia.

Sebastian Bach menggunakan counterpoint, memainkan beberapa melodi secara bersamaan, dan fugue, pengulangan melodi dengan sedikit variasi, untuk menciptakan komposisi yang kaya detail. Dia dianggap sebagai komposer terbaik dari era Baroque, dan salah satu tokoh terpenting dalam musik klasik pada umumnya.

GERIN RIO PRANATA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.