Mendengkur dan 7 Hal yang Bisa Menyebabkan Bibir Pecah-pecah

Kulit kering dan bibir pecah-pecah biasanya terjadi saat cuaca dingin. Namun, kondisi itu juga bisa terjadi kapan saja dan pada siapa saja.

“Siapa pun bisa mengalami bibir pecah-pecah. Ketika bibir terlalu kering, pecah-pecah dan pengelupasan yang menyakitkan dimulai,” kata Audrey Kunin, dokter kulit bersertifikat dan pendiri DERMAdoctor, dilansir dari Livestrong

Menurut Kunin, inilah beberapa penyebab utama bibir kering dan pecah-pecah

1. Cuaca

“Bibir pecah karena cuaca dingin disebabkan oleh kondisi lingkungan yang menyebabkan dehidrasi,” kata Kunin. Dengan kata lain, udara musim dingin yang kering dapat menyerap kelembapan dari bibir sehingga membuatnya kering. Hal yang sama berlaku untuk kondisi berangin.

Terlalu banyak sinar matahari juga bisa menjadi penyebabnya, menurut American Academy of Dermatology (AAD). Kerusakan akibat sinar matahari dapat mengeringkan bibir dan menyebabkan pecah-pecah dan mengelupas, terutama jika malas mengaplikasikan SPF.

2. Dehidrasi

Kekeringan penyebab bibir pecah-pecah juga dapat terjadi jika kurang minum, menurut AAD. Salah satu efek dehidrasi adalah kulit kering, dan itu meluas ke kulit di bibir.

Tanda-tanda dehidrasi lainnya termasuk haus, urine berwarna kuning gelap, sakit kepala, lelah dan lesu, dan sembelit.

3. Alergi produk

“Bahan propil galat dalam lipstik dapat menyebabkan alergi kontak,” kata Kunin.

Selain itu, beberapa pasta mengandung bahan guaiazulene atau sodium lauryl sulfate (SLS), yang dapat menyebabkan alergi kontak atau iritasi kulit, kata Kunin.

4. Iritan dalam makanan

Kunin mengatakan pewarna merah atau perasa kayu manis yang digunakan dalam permen, pelega tenggorokan, permen karet dan obat kumur juga dapat menyebabkan bibir pecah-pecah.

Bahkan jus jeruk juga bisa mengandung iritan. “Jus dari buah jeruk dapat mengiritasi bibir dan menyebabkan reaksi yang terlihat seperti bibir pecah-pecah,” kata Kunin.

5. Reaksi vitamin

Sebagian orang mengira bibir kering disebabkan oleh kekurangan vitamin, tetapi itu juga bisa terjadi karena kelebihan nutrisi tertentu. Misalnya, Kunin mengatakan terlalu banyak vitamin A dapat menyebabkan bibir mengelupas, terutama jika mengonsumsi lebih dari 25.000 IU sehari.

Dia juga memperingatkan bahwa sebagian orang mungkin mengalami alergi terhadap kobalt dari suplemen vitamin B12. “Ini biasanya ditunjukkan dengan pembengkakan berulang dan pengerasan bibir yang tidak dapat dijelaskan, diperburuk oleh angin dan paparan sinar matahari,” katanya.

6. Kondisi medis

Beberapa penyebab medis dari bibir yang sangat pecah-pecah meliputi keilitis aktinik, reaksi terhadap paparan sinar matahari jangka panjang; infeksi jamur yang biasanya muncul dalam bentuk retakan di bibir luar dan sering terjadi pada penderita diabetes; dan hipotiroidisme.

7. Mendengkur

Jika mendengkur di malam hari, mungkin akan terbangun dengan bibir berkerak. “Aliran napas terus menerus di bibir sepanjang malam, yang disebabkan oleh pembesaran amandel, kelenjar gondok atau sleep apnea, dapat membuat bibir dehidrasi,” kata Kunin.

8. Stres

Hampir semua masalah kesehatan dapat disebabkan oleh stres, termasuk bibir pecah-pecah. “Apakah respons stres dengan kebiasaan menjilat atau menggigit bibir? Kontak terus-menerus dengan air liur, yang secara kimiawi membantu memecah dan mencerna makanan, dapat membuat bibir dehidrasi dan mengiritasi,” kata Kunin. “Banyak orang yang sama sekali tidak menyadari kebiasaan ini.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.