Kecerdasan Buatan di Berbagai Instansi untuk Pelayanan Publik

Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengamanatkan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) untuk mempercepat birokrasi melalui pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Dilansir dari laman menpan.go.id, pemanfaatan AI diharapkan dapat membuat pelayanan publik menjadi lebih baik.

“Pemanfaatan AI sudah banyak diterapkan dalam berbagai instansi pemerintah untuk mempercepat pelayanan di berbagai bidang,” kata Diah Natalisa, Deputi bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB, saat menjadi pembicara dalam Simposium Inovasi Pelayanan Publik “Ngulik Jatim Cettar” di Surabaya seperti dikutip oleh Tempo.co dari laman menpan.go.id, Jumat, 19 November 2021.

Misalnya PetaBencana.id dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). PetaBencana.id mampu menyediakan informasi bencana secara real-time dengan menggunakan fitur bot di media sosial yang mampu mengumpulkan, menyortir, dan menampilkan informasi risiko bencana secara langsung. Platform ini bahkan mendapatkan penghargaan pada ajang The United Nations Public Service Awards (UNPSA).

Kementerian PANRB juga sedang menyiapkan platform berbasis AI-nya sendiri yang dinamakan Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N) – Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR!).

Platform ini akan mengklasifikasikan aduan dan mengirimnya ke instansi yang tepat dengan lebih cepat dan akurat. Tetapi, Diah mengatakan bahwa pemanfaatan AI juga harus didukung oleh teknologi informasi dan komunikasi melalui e-services sehingga dapat terwujud integrasi data sekaligus layanan.

“Fokus kami tidak hanya untuk mendorong proses digitalisasi layanan, namun juga bagaimana mencapai integrasi dari setiap layanan yang sudah ada sehingga dapat tercipta suatu keterpaduan dalam penyelenggaraan pelayanan publik,” kata Diah

NAUFAL RIDHWAN ALY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.